Success Story
Kerja Di Perusahaan US Berkat Skill Wordpress!
Nama :
Aldi Amri Yudhistira
Bergabung Sejak :
Mei 2022
Alumni :
Website Tanpa Coding
Profesi :
Wordpress Developer
Merantau dari Merauke ke Bali, Aldi bekerja di cabang perusahaan asal AS. Dengan jam kerja full-time yang cukup fleksibel, ia masih bisa mengerjakan proyek freelance berkat skill WordPress-nya.
Dari Bisnis Desain Casing HP, Sampai Belajar UI/UX
Berasal dari Merauke, Aldi mendapatkan beasiswa di salah satu kampus di Jakarta dan memilih jurusan Sistem Informasi. Sambil menjalani perkuliahan, ia memanfaatkan skill desainnya untuk memulai bisnis, salah satunya desain casing handphone.
Tak hanya itu, ia juga terus mengasah keterampilan yang bisa mendukung perkembangan bisnisnya. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah UI/UX, hingga akhirnya ia mengikuti berbagai pelatihan untuk memperdalam pemahamannya. Dengan bekal tersebut, Aldi pun mulai membuka jasa freelance di bidang UI/UX.
Ditantang Klien Buat Website
Dalam perjalanannya sebagai freelancer UI/UX, Aldi pernah mendapat tantangan dari salah satu klien untuk membuat website. Tantangan ini justru membuka peluang baru baginya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mulai belajar WordPress di Habiskerja.
Menurut Aldi, WordPress adalah platform yang ramah bagi pemula dan bisa dipelajari oleh siapa saja, bahkan tanpa latar belakang IT sekalipun. Selain itu, ekosistem WordPress didukung oleh komunitas yang solid dan selalu up to date, baik di ranah online maupun offline. Tak hanya belajar dari kelas, Aldi juga memanfaatkan komunitas ini untuk mencari insight seputar klien, berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi, serta bertukar ide dengan sesama freelancer.
Dihire Oleh Perusahaan US
Memiliki dua skill yang saling melengkapi—desain dan WordPress—membuat Aldi punya nilai tambah. Kombinasi ini akhirnya membawanya diterima sebagai Web Designer di perusahaan asal AS.
Di awal bekerja, Aldi sempat mengalami culture shock karena budaya kerja yang berbeda dengan perusahaan di Indonesia. Di tempatnya bekerja, tidak ada hirarki yang kaku. Semua orang bisa berdiskusi dengan bebas, dan budaya saling menghargai sangat dijunjung tinggi—mengucapkan maaf dan terima kasih sudah jadi kebiasaan sehari-hari.
Selain itu, perusahaan lebih mementingkan kualitas dibanding kuantitas. Selama tanggung jawab sudah selesai, karyawan bebas menggunakan sisa waktunya untuk mengembangkan skill atau melakukan kegiatan self-development lainnya.
Strategi Yang Dilakukan Aldi :
- Memanfaatkan Skill yang Dimiliki:
Aldi menggunakan keterampilan desainnya untuk memulai bisnis, seperti desain casing HP. Selain itu, Aldi mengembangkan skill UI/UX sebagai nilai tambah yang relevan dengan tren industri digital. - Terus Belajar dan Mengembangkan Diri:
Aldi mengikuti berbagai pelatihan untuk memperdalam pemahaman tentang UI/UX. Selain itu, Aldi belajar WordPress setelah mendapat tantangan dari klien untuk membuat website. - Mencari Peluang dari Tantangan:
Aldi mengambil tantangan dari klien sebagai kesempatan untuk belajar hal baru. - Menjalin Koneksi dan Networking:
Aldi aktif berinteraksi dalam komunitas untuk berdiskusi dan bertukar ide, mendapatkan informasi tentang klien potensial dan peluang proyek baru. - Membangun Portofolio yang Kuat:
Aldi memadukan skill desain dan WordPress untuk meningkatkan daya saing. - Fleksibel dalam Pekerjaan:
Aldi mengatur waktu antara pekerjaan full-time dan proyek freelance dengan memanfaatkan fleksibilitas kerja di perusahaannya.
Portfolio Aldi :

