Success Story
Berhenti Jadi Penulis Novel, Bisa Handle >20 Klien Digital Marketing!
Nama :
Adzkia Qonita Amalia
Bergabung Sejak :
Maret 2024
Alumni :
Virtual Assistant
Profesi :
Freelance Digital Marketer
Lulusan SMK Akuntansi dan Sarjana Ekonomi Syariah, Adzkia memutuskan untuk berhenti jadi penulis novel dan fokus memilih jalan karir menjadi copywriter, content writer, dan social media specialist sebagai fulltimer dan freelancer. Hingga saat ini, Adzkia berhasil menghandle 20+ klien!
Berhenti Nulis Novel Demi Hidup Lebih Balance
Sejak masih kuliah, Adzkia sudah mulai mengambil pekerjaan sebagai penulis novel freelance di platform internasional. Namun, karena tuntutan deadline yang sangat ketat, ia sering kali harus begadang dan hanya tidur 3–4 jam setiap harinya. Kondisi tersebut membuat Adzkia mulai mempertimbangkan pilihan karier lain yang tetap sejalan dengan latar belakang serta minatnya di bidang kepenulisan dan promosi.
Ia kemudian mulai mempelajari digital marketing, copywriting, dan content writing melalui berbagai kelas online. Dari situ, Adzkia mendapatkan tawaran pertama sebagai content writer freelance melalui salah satu kelas yang diikutinya. Tawaran itu sekaligus menjadi langkah awalnya memasuki dunia freelance secara lebih serius.
Belajar Jadi Freelancer di Kelas VA Habiskerja
Sebagai freelancer pemula, Adzkia sadar bahwa punya skill saja nggak cukup, namun harus tahu juga gimana cara dapetin klien. Karena itu, ia memutuskan untuk ikut kelas Virtual Assistant dari Habiskerja dan aktif di komunitas Telegram yang jadi tempat berkumpulnya para member kelas.
Nggak cuma belajar hal-hal teknis, di sana Adzkia juga dapet banyak insight dari sharing sesama freelancer. Mulai dari strategi cari klien, cara komunikasi, sampai tips menghadapi berbagai tipe klien.
Dengan bekal ilmu dan dukungan dari komunitas, Adzkia berhasil menggaet lebih dari 20 klien dalam dua tahun dan beberapa di antaranya datang dari luar negeri.
Manfaatkan Upwork dan Relasi
Dalam mencari klien, Adzkia menempuh dua jalur: lewat platform seperti Upwork dan juga melalui relasi. Tapi bukan asal pakai platform, Adzkia punya strategi sendiri saat menggunakan Upwork.
Salah satu hal yang selalu ia perhatikan adalah jumlah bid di setiap job post. Ia lebih memilih melamar pada proyek yang masih dalam kisaran 5–10 bid, karena peluangnya jauh lebih besar dibanding yang sudah ramai. Kalau jumlah bid-nya sudah terlalu banyak, biasanya kesempatan untuk dilirik klien makin kecil.
Sementara itu, lewat jalur relasi, Adzkia tetap aktif gabung di komunitas dan grup yang fokus pada upgrade skill. Dari sana, ia nggak cuma belajar hal baru, tapi juga bisa kenalan dengan orang-orang yang membuka peluang kerja sama ke depannya.
Strategi Yang Dilakukan Adzkia:
- Belajar dari Kelas dan Komunitas:
Adzkia Mengikuti kelas Virtual Assistant dari Habiskerja dan aktif di komunitas Telegram untuk diskusi dan berbagi insight dengan sesama freelancer. - Upgrade Skill Secara Mandiri:
Adzkia belajar digital marketing, copywriting, dan content writing dari kelas online. Tidak hanya belajar, Adzkia juga menerapkan ilmu langsung melalui proyek-proyek freelance. - Gabung Platform Freelance Seperti Upwork:
Tidak hanya asal apply, Adzkia fokus memilih job dengan jumlah bid rendah (5–10) untuk memperbesar peluang diterima. Selain itu, Adzkia juga menyusun profil yang profesional dan menarik perhatian klien. - Manfaatkan Relasi dan Komunitas:
Adzkia aktif di komunitas yang relevan untuk memperluas jaringan dan menjaga relasi baik dengan klien atau teman sekomunitas yang bisa membuka peluang kerja sama. - Terbuka dengan Peluang Baru:
Adzkia menerima tawaran pertama dari kelas sebagai content writer freelance, dan menjadikannya langkah awal untuk meniti karier lebih serius.
Portfolio Adzkia :

