Success Story
Kerja Full-Time Jadi Staff Logistik, Tetap Bisa Freelance Handle 5 Klien!
Nama :
Putu Pande Satria
Bergabung Sejak :
September 2022
Alumni :
IG Organik
Profesi :
Staff Logistik dan Freelancer
Pande, seorang staf logistik di perusahaan properti di Bali, tetap bisa mengatur waktu untuk menjadi freelancer digital marketing. Kini, ia berhasil mengerjakan proyek freelance dari 5 klien sekaligus!
Mulai Kerja Freelance Dari Skill Desain
Ketika kuliah di bidang IT Programming, Pande justru tertarik untuk mengembangkan skill desain. Dengan modal skill desain tersebut, Pande bisa bekerja sampingan sebagai desainer grafis di usaha kosmetik di Bali hingga lulus kuliah.
Ketika lulus kuliah bertepatan dengan Pandemi Covid-19, banyak perusahaan di Bali yang mati total sehingga Pande harus dirumahkan.
Dari Handle Medsos Cafe, Sampai Jadi Freelancer
Setelah satu bulan menganggur, Pande ditawari oleh temannya untuk bekerja menghandle sosial media di bisnis cafe. Merasa belum punya basic di media sosial, Pande akhirnya bergabung di kelas IG Organik Habiskerja. Ternyata, dari yang awalnya handle media sosial di cafe, Pande bisa direkrut oleh sebuah perusahaan properti menjadi media social specialist.
Setelah merasa sudah banyak pengalaman di bidang media sosial, Pande mulai pede untuk membuka jasa freelance. Selain bekerja freelance, Pande juga direkrut oleh perusahaan properti dari Rusia sebagai staff logistik.
Kerja Full-time dan Freelance
Pande bekerja full-time sebagai staf logistik sekaligus menjalani peran sebagai freelancer yang menangani lima klien. Untuk menjalani kedua pekerjaan tersebut dengan optimal, Pande mengandalkan manajemen waktu yang baik dengan menerapkan sistem deep work. Ia memanfaatkan waktu istirahat siang selama dua jam untuk mengembangkan ide, dan meluangkan tiga jam di malam hari untuk fokus pada eksekusi.
Selain itu, Pande menggunakan beberapa tools untuk mendukung pekerjaannya, seperti Meta Business Suite untuk penjadwalan konten, Capcut untuk mengedit video, dan Canva untuk desain konten berbasis teks.
Strategi Yang Dilakukan Pande :
- Mengembangkan skill desain sejak kuliah:
Pande mulai mendalami skill desain grafis meskipun latar belakang pendidikannya di bidang IT Programming. Selain itu, Pande mencoba bekerja sampingan di usaha kosmetik lokal di Bali, sehingga bisa mengasah keterampilan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja. - Mengambil peluang mengelola media sosial bisnis cafe:
Setelah lulus kuliah dan kehilangan pekerjaan karena pandemi, Pande menerima tawaran dari temannya untuk mengelola akun media sosial sebuah cafe, meskipun belum memiliki pengalaman di bidang tersebut. - Belajar skill kelola Instagram di Habiskerja:
Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilannya di bidang media sosial, Pande bergabung di kelas khusus yang membahas strategi pengelolaan media sosial secara organik. - Membuka jasa freelance digital marketing:
Setelah memiliki cukup pengalaman dan kepercayaan diri, Pande mulai membuka jasa freelance, menangani klien dari berbagai latar belakang bisnis. - Menerapkan sistem deep work untuk manajemen waktu:
Untuk menjalankan pekerjaan full-time dan freelance secara bersamaan, Pande membagi fokusnya dengan memanfaatkan dua jam istirahat siang untuk ideasi dan tiga jam malam untuk eksekusi. - Menggunakan tools pendukung pekerjaan:
Pande memanfaatkan tools seperti Meta Business Suite untuk jadwal konten, Capcut untuk editing video, dan Canva untuk desain grafis, sehingga pekerjaannya lebih efisien. - Memanfaatkan relasi dan word of mouth untuk mendapatkan klien:
Pande mengandalkan jaringan pertemanan dan rekomendasi dari klien sebelumnya untuk menarik klien baru, sehingga membangun portofolio secara bertahap. - Melakukan pitching yang edukatif:
Dalam pitching kepada klien, Pande fokus memberikan edukasi tentang manfaat digital marketing, terutama kepada klien berusia 45-50 tahun yang lebih familiar dengan metode pemasaran tradisional.
Portfolio Pande :

